Pelaku UMKM perdagangan di Sumatera Utara berada di garda depan transformasi ekonomi digital, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam mengelola keuangan dan pemasaran secara daring. Pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah bagaimana akselerasi literasi digital secara konkret dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM perdagangan, dari sisi pengelolaan keuangan hingga perluasan pasar. Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Suara Sumut menunjukkan bahwa program literasi keuangan digital yang terstruktur, mencakup penggunaan aplikasi pencatatan transaksi, platform e-commerce, dan manajemen perbankan daring, mampu meningkatkan pendapatan UMKM hingga 35% dan memperluas jangkauan pasar keluar provinsi. Melalui akselerasi literasi keuangan digital, terungkap bahwa pemahaman tentang arus kas dan akses ke pembiayaan formal menjadi kunci utama pertumbuhan.
Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga tentang pemahaman mendalam tentang ekosistem keuangan digital, termasuk manajemen risiko transaksi online, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pemanfaatan data transaksi untuk pengambilan keputusan bisnis. Penelitian ini mengukur peningkatan UMKM Sumut dengan melibatkan 100 pelaku UMKM perdagangan dalam program pelatihan dan pendampingan selama 6 bulan, membandingkan kinerja mereka dengan kelompok kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengikuti pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pencatatan keuangan, penggunaan platform digital, dan akses terhadap kredit usaha rakyat (KUR).
Salah satu temuan penting adalah bahwa literasi digital membantu UMKM membangun kepercayaan dengan konsumen melalui transparansi harga dan kualitas produk, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh digital pada UMKM sangat multidimensi, mencakup aspek operasional, finansial, dan pemasaran. Temuan ini mendorong Suara Sumut dan pemerintah daerah untuk memperluas program literasi digital melalui kerjasama dengan perbankan dan platform digital, serta menciptakan ekosistem pendukung seperti ruang kerja bersama (co-working space) dan pusat logistik terintegrasi.
Lebih jauh, penelitian ini juga menyoroti potensi UMKM yang terliterasi digital untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global, membuka peluang ekspor produk khas Sumut. Dengan memahami perdagangan UMKM Sumut, akselerasi literasi digital menjadi fondasi bagi terciptanya ekonomi daerah yang lebih inklusif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di era ekonomi digital.