Provinsi Sumatera Utara kembali bersiap menyambut salah satu perhelatan tahunan yang paling dinantikan oleh masyarakat luas. Memasuki tahun 2026, Agenda Pekan Raya ini telah dirancang untuk menjadi panggung utama bagi promosi potensi daerah, mulai dari sektor industri kreatif hingga pengembangan produk lokal. Acara ini bukan sekadar pasar malam biasa, melainkan sebuah representasi budaya dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di tanah Sumatra. Persiapan infrastruktur di area pameran sudah mulai terlihat signifikan guna menampung jutaan pengunjung yang diprediksi akan memadati lokasi sejak hari pertama pembukaan hingga penutupan nanti.
Salah satu daya tarik yang selalu menjadi magnet utama bagi para pengunjung adalah zona khusus yang menyajikan ragam Wisata Kuliner khas Medan dan sekitarnya. Di sini, para penikmat makanan bisa menemukan segala jenis hidangan, mulai dari mi balap yang legendaris, durian kupas kualitas premium, hingga kopi Sidikalang yang aromanya menusuk kalbu. Pemerintah daerah sengaja memberikan porsi lebih besar bagi pelaku UMKM kuliner agar mereka dapat memperkenalkan inovasi menu tradisional kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberagaman rasa yang ditawarkan mencerminkan kekayaan rempah Nusantara yang tetap terjaga keasliannya di tangan para juru masak lokal yang sangat berpengalaman.
Selain urusan perut, sisi Hiburan dalam gelaran kali ini akan dikemas dengan konsep yang lebih modern namun tetap mengakar pada tradisi. Panggung utama akan diisi oleh deretan musisi papan atas nasional serta pertunjukan seni tari kolosal yang melibatkan ratusan pemuda-pemudi kreatif dari berbagai kabupaten. Teknologi pencahayaan dan tata suara berstandar konser internasional disiapkan untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap mata yang memandang. Hal ini membuktikan bahwa Sumatera Utara mampu menyelenggarakan ajang berkelas dunia yang memadukan elemen kegembiraan keluarga dengan pelestarian nilai-nilai luhur kebudayaan yang sangat berharga.
Sebagai perhelatan yang diklaim sebagai yang Terbesar di wilayah Sumatra, keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Sistem manajemen kerumunan dan ketersediaan kantong parkir yang luas telah disiapkan secara matang oleh panitia penyelenggara. Penggunaan transaksi non-tunai di seluruh gerai pameran juga didorong untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan keamanan bertransaksi.